Transformasi Blog Menjadi Minimalis

Sudah lama sekali, blog ini tidak aktif, tidak ada isinya, tidak berbentuk sama sekali. Sekitar hampir 2 tahun. Saya acuh, terlalu acuh bahkan. Terlalu mengabaikan aset yang ada.

Domain dhenandi.web.id ini memang gratis, bahkan hostingnya. Domain dibelikan oleh kantor untuk saya, supaya rajin menulis. Semasa magang dulu. Masih diperpanjang hingga saya menjadi staff slengean. Akibatnya, karena gratis saya terlalu bodo amat. Sampai males untuk isi blog. Sampai suatu ketika datanya hilang di tahun 2016 awal, ditambah saya lupa naruh backupnya dimana.

Semenjak itu, saya memutuskan untuk membeli domain baru yang kerenan sedikit “dhenandi.com“. Tujuannya, simplifikasi. Memusatkan satu tulisan berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di satu blog. Akibatnya, dhenandi.web.id terbengkalai. Tidak tersentuh sama sekali. Tidak pernah dibuka sama sekali. Oleh saya, pemiliknya sendiri. Kebangetan!

Memang bisa melakukan redirect domain, supaya jika ada yang masih akses ke dhenandi.web.id akan dialihkan secara otomatis ke dhenandi.com. Tapi saya sendiri rasanya emoh, males nyentuh hostingnya. Rasanya males, dendam, gak terima karena data hilang. Namun bisa dibilang beruntung, kantor memperpanjang domain & hosting tersebut. Bahkan tidak menagih. Walaupun saya sendiri tidak pernah mengisinya.

Less is More!

Beberapa nasihat dikantor itu sepertinya memang banyak mengubah jalan pikir saya. Dapat nasihat, saat boss saya ikut kursus minimalis, ini sangat bagus.

Less is more. More productive, more freedom or anything elseSomeone else, 2018

Waktu itu saya sedang browsing, baca sebuah blog. Blognya bagus, saking bagusnya banyak sekali atribut yang digunakan. Marquee font, yang hurufnya jalan dari kiri ke kanan. Kemudian, jika kursornya dipindahkan, ada efek blink dan semacamnya. Ada juga burung twitter yang ngikutin kursor, supaya follow akun twitter dari pemilik blog tersebut. Muacem-macem pokoknya. Bikin ngedumel, karena efek burung twitternya ini nutupin tulisan.

Kelihatan bagus, tapi buat apa? perlu? kayaknya sih gak terlalu. Dari sini saya mulai nangkep arti hidup minimalis itu gimana. Seperti nasihat yang pernah saya dapat. Yang tadi itu. Less is More!

Terlalu banyak atribut disekitar kita, yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah dipakai. Tidak diperlukan. Jadinya mubadzir.

Abis inget nasihat itu, mulailah saya berkaca. Lihat blog sendiri (dhenandi.com), begitu juga atau nggak.

Alhamdulillah, nggak. Nggak terlalu.

Oke saya ngaku, blognya acak adul. Font nya gak bagus buat dibaca, tampilan gak banget. Kategori yang acak-acakan karena terlalu banyak, dll. Sayangnya, saya lupa screenshoot tampilan blog saya sebelum dirombak. Pokoknya, gak banget.

Akhirnya kepikiran untuk mulai benah-benah blog. Tapi kalau dipikir bakal butuh effort lumayan kalau untuk rombak blog existing. Jadi masih sekedar wacana.

Lagipula, saat itu saya sudah jarang nulis artikel Bahasa Inggris, lebih sering pakai Bahasa Lokal. Walaupun sebenarnya blog dhenandi.com ditujukan lebih untuk menggunakan Bahasa Inggris. Karena sering baca disway.id, tulisannya Abah DI. Yang keren itu.

Good Mood

Saat itu sedang main di AEON mall Jakarta Garden City, sambil menunggu senja, diatas rooftop. Sambil liat-liat pemandangan bagus. Sebelah kiri, jalan raya. Depan, Bianglala terbesar se-Indonesia. Mood lagi sangat bagus waktu itu. Mulailah eksekusi untuk benah-benah blog.

Bianglala AEON Mall JGC
Bianglala AEON Mall JGC

Per 1 Mei itu, saya memutuskan untuk menghidupkan kembali domain dhenandi.web.id yang sudah menghilang dari peradaban. Domain dengan tld negara .id, menandakan blog/website milik orang Indonesia. Kepikiran untuk beli domain .id, terlalu mahal. Jadi lebih baik pakai yang sudah ada.

Di sana (Tempat yang ada Bianglala/Kincir itu) saya melakukan rebuild dhenandi.web.id. Sebelumnya membuat beberapa catatan ceklist di Trello. Supaya tidak ada yang terlewat. Menggunakan tema yang sebisa mungkin minimalis, tidak ada sidebar, tapi menarik. Untuk cari tema itu butuh waktu yang lumayan lama, puyeng.

Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih tema Independent Publisher 2 by Raam Dev. Karena cukup sesuai dengan keinginan, no sidebar, font keren. Dan hanya cukup melakukan penyesuaian beberapa CSS. Jadilah https://dhenandi.web.id, hasilnya bisa dilihat sendiri.

Minimalis, tidak ada sidebar, pembaca diharapkan bisa fokus ke konten yang ada, walaupun tulisannya gak bagus amat. Yang mengganggu hanya iklan saja, mungkin 😀

Bertahap saya terapkan juga ke dhenandi.com, sekarang sudah sama persis tema dan konfigurasi yang digunakan. Yang berbeda hanya artikel saja. Sekarang dipisah, artikel dengan Bahasa Inggris ditulis di dhenandi.com dan Bahasa Indonesia di dhenandi.web.id.

Tampilan ini sudah sesuai dengan keinginan saya, saya sudah cukup puas dengan tampilannya, walaupun memang tidak semua orang suka. Tapi menurut saya sih, sudah kerenlah.

Tantangan berikutnya, rajin nulis!

Blog sudah bagus, tidak ada tulisan rasanya percuma. Saya sendiri kalau sudah gak mood ya sudah, malas nulis. Intinya harus dibiasakan.

Harapannya, di akhir tahun 2018. Jumlah artikel di dhenandi.com dan dhenandi.web.id sudah sampai 100 artikel. Harapannya sih. Mari kita lihat 6 bulan kedepan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.