Satu Hari di Sukoharjo – Solo Baru

Sebelumnya saya sudah cerita tentang perjalanan ke Sukoharjo naik Bus Tingkat, ke rumah salah satu rekan sekaligus sahabat yang akan mengadakan walimatul urs, Mas Arif Rahman Hakim.

Sayang, akad nikah tidak dilakukan di rumahnya. Saya dan rombongan tidak dapat ikut menyaksikan langsung, memberi semangat. Namun, Alhamdulillah. Kami sampai rumah Mas Arif di Sukoharjo tepat waktu, masih bisa bertemu. Sebelum ia berangkat ke Wonogiri untuk melangsukan akad. Teretetet tet teret … Teretetet tet teret … Teretetet tet teret … Tereeeeet (Payung Teduh – Akad).

Ini kedua kalinya saya berkunjung ke Sukoharjo, rumah Mas Arif juga. Terakhir Oktober 2016 setelah openSUSE Asia Summit Jogja dilaksanakan. Kunjungan untuk beristirahat, sebentar. Sembari kenalan dengan keluarga Mas Arif, sembari menunggu  pesawat take off dari Bandara Adi Soemarmo. Alhamdulillah, tahun ini berkesempatan untuk ke Sukoharjo dan di kesempatan yang memang sangat bahagia bagi Mas Arif dan keluarga.

Keluarga Mas Arif ini sangat ramah dan baik sekali, tiba di Terminal Bus. Kami, rombongan dijemput dengan mobil. Dua mobil sekaligus. Sampai di rumah pun kami disambut dengan ramah. Kami bersalaman ke setiap keluarga dan tetangga yang ada di rumah Mas Arif. Bahkan ketika kami duduk langsung disuguhkan makanan.

Malam itu memang jadi malam yang sangat melelahkan untuk kami, 12 jam di bis, dingin, duduk terus. Sehabis menambah tenaga lewat makanan yang disuguhkan. Kami beristirahat sebentar. Ada yang tidurnya ngorok, ada yang tidurnya sambil main hp. Ada yang tidurnya duduk setelah shalat. Salah satunya ini si Rizky, yang tidurnya like a boss:

Setelah tidur, beberapa tim menyarankan untuk jalan-jalan. Lihat sawah, yang mungkin bisa dibilang jarang di Bekasi Kota. Pada intinya mereka kurang piknik, biasa tinggal di kota dan jarang lihat sawah luas :-D. Sekalinya lihat sawah luas kepingin jepret foto.

Saat perjalanan ke sawah kami bercanda gurau. Melihat kandang burung, namun tidak ada burung nya. Salah satu tim bilang ke saya, Fajar. “Burung hantu nya keren noh, dhen“. Padahal gak ada.

O, iya ya. keren juga, jar“. Sahut saya. Padahal niatnya hanya menanggapi supaya ia senang. Ternyata Setelah ngomong gitu semua tim pada ketawa dan ada yang nyeletuk. “B*go banget sih lu, dhen“. Huahahhaa. Sial. Nyatanya saya tahu, kalau di kandang burung itu tidak ada burung hantu, burung hantu yang dimaksud ya burung yang gak keliatan.

Lupakan hal itu.

Habis piknik ke sawah, kami bersiap-siap. Untuk berpamitan kepada keluarga Mas Arif. Meneruskan perjalanan, meneruskan journey. Menyegarkan badan, untuk berenang. Bukan di sawah. Tapi di kolam renang.

Kolam renang terdekat, dan di rekomendasikan ada di daerah Sukoharjo, menuju ke arah Solo Baru. Namanya Royal Waterpark.

Lumayan, terdapat beberapa kolam. Kolam 1.2 s/d 1.5 meter, kolam anak-anak dan river. Ada juga perosotan, yang menggunakan ban dan tidak.

Momen yang paling asik yaitu kami naik perosotan, bertiga, kadang berlima :D. Khawatirnya, roboh saja.

Kami berenang dari jam 10 sampai waktu dzuhur, setelah itu kami bersiap. Untuk ke hotel. Memesan Tax’Ol dari Solo Baru ke Rumah Makan.

Rumah makan yang ghaib, 400 meter dari hotel. Yang dikira rumah makan biasa. Ternyata rumah makan nya ada di The Park Mall. Masalahnya, kami semua masih bawa barang bawaan yang banyak. Salah satunya baju basah yang dipakai buat renang. Sempat ditegur security, karena bawaan terlalu banyak dan menunggu depan pintu mall.

Akhirnya kami memutuskan untuk memecah, ada yang memesan makanan dan ada yang ke hotel terlebih dahulu, menaruh barang bawaan. Beruntung, lokasinya dekat. Dari Fave Hotel Solo Baru ke The Park Mall. Setelah itu kami makan, Ayam goreng tulang lunak. Yang tulang nya bisa dimakan.

Setelah makan, kami beristirahat. Sayangnya, saya tidak bisa. Karena kedapetan Standby Engineer.

Malamnya, kami memutuskan untuk nonton. Namun acaranya berubah. Kami memilih jalan sendiri-sendiri untuk berpencar. Setelah makan malam, kami memilih jalan masing-masing untuk menikmati solo baru. Tim yang lain ada yang langsung ke hotel, ada yang main ke mall. dll.

Saya, Bu Rahmi, dan Alifa dan ridwan pergi ke toko buku. Untuk mencari buku dan baca-baca buku. Namun, toko bukunya sepertinya kurang lengkap. Alifa mendapat buku yang diinginkan, saya tidak.

Setelah dari toko buku kami berpisah kembali, saya dan ridwan ke salah satu tempat tongkrongan untuk beli es krim, geng cewe pulang.

Hari itu sangat benar-benar hebat. Ditutup oleh main PES di kamar Ridwan. Dan saya belum pernah menang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.