Pin Google Adsense dan Ketidakpastian

Blog adalah salah salah satu sarana yang saya gunakan untuk mencurahkan segala yang saya lakukan. Cerita keseharian, pekerjaan, sampai pelajaran yang dilakukan sebagian besar saya tuliskan ke sebuah aplikasi ghoib ini yang entah ada dimana ia berada.

Semua bermula ketika…

Beberapa tahun lalu, saya memutuskan untuk memonetisasi blog. Yang sebenarnya bertentangan dengan tujuan awal saya untuk menerapkan addless blog. Setelah dipikir, boleh-lah dijadikan passive income, ya gak?. Paling tidak iklan yang ditampilkan tidak terlalu banyak sehingga tidak mengganggu pembaca.

Niat memonetisasi pun terwujud. Blog dhenandi.com dan dhenandi.web.id diterima oleh Google Adsense. Kebetulan saat itu saya ingat pengajuan Google Adsense sedang mudah-mudahnya, lewat intruksi yang diberikan bro saya Nugi Abdiansyah blog ini dapat dimonetisasi artikelnya. Namun, prinsip yang saya ambil berbeda dari teman-teman lain. Mereka memaksimalkan blog mereka menulis secara rutin agar cepat PO/Gajian. Namun tidak dengan saya, kalo gajian ya..alhamdulillah, kalo tidak yasudah. Tidak niat memang ke situ karena saya pun memang jarang nulis.

Karena acuh, tidak sadar pendapatan saya ternyata sudah melampaui 200 ribu lebih, namun tiba-tiba iklan di blog menghilang. “Lho, ini aneh, apa kena banned ya?” kata saya. Setelah masuk ke panel Google Adsense ternyata iklan saya ditarik karena belum melakukan verifikasi pin. Dan harus direview kembali. Hiyah, apes!

Yang jadi masalah adalah, tidak ada notifikasi ke surel bahwa Adsense saya belum terverfikasi pin. Saya mengetahui iklan tidak tampil pada blog pun dari salah satu teman yang sedang iseng berkunjung ke blog saya. Iseng? Ya memang, tujuan mengunjungi blog cuma sesekali, itupun untuk ngecengin tulisan saya yang absurd :-p . Ternyata, setelah dicek riwayat pendapatan, blog sudah tidak menghasilkan pendapatan selama beberapa bulan. Hiyah, apes kedua!

Setelah dipelajari dan bertanya ke banyak suhu-suhu (baca: ahli di suatu bidang). Satu-satu nya jalan ya sudah, ajukan verifikasi pin. Verifikasi pin Adsense dilakukan dengan mengisi data sesuai dengan KTP. Canggih memang Google ini. Bisa mendeteksi foto KTP saya dan mencocokannya dengan data yang diketik.

Pin saya pun dikirim..

Di panel/dasbor Google Adsense, estimasi pengiriman sampai sekitar 2 atau 3 minggu. Karena cukup lama, saya santai namun tetap excited menunggu kedatangan pin tersebut,

Tak terasa menunggu, 2 bulan berselang saya sadar. “Oh iya, waktu itu pernah ajukan pin, kok belum sampai ya?“. Namun perasaan tetap berkata, “rasanya baru kemarin mengajukannya“. Yaudah, saya santai lagi, sabar lagi, namun dengan perasaan yang tetap excited.

Waktu terus berjalan, satu tahun berselang. Akhirnya saya sampai di titik jenuh, rasa bosan hingga putus asa. Sampai merasa “ini pin datang syukur, enggak ya sudah“. Imbasnya, semangat menulis saya turun karena tidak diberikan kepastian. Yang jadi masalah juga, tidak ada fitur tracking untuk status pengiriman pin Google Adsense. Jadi saya gak tahu di mana pin itu sebenarnya.

Mencoba Berfikir Positif…

Akhirnya saya panas. Rekan-rekan di kantor setiap tanggal 23-an selalu bilang bahwa mereka dapet notifikasi dari Google. Bahasa kasarnya, mereka gajian!.

Bah, iri sekali saya. Sejak pertama kali diterima Adsense tahun 2017 sampai sekarang tidak pernah PO. Bingung, ini harus ketawa atau memang sedih. Ketawa kenapa bisa se acuh ini atau sedih karena gak pernah PO.

Akhirnya, habis dengar lagunya Raisa “Kali kedua“. Saya mengajukan pengiriman yang kedua kalinya. Namun dengan beberapa rencana.

(1) Jika pin belum sampai dalam waktu 1 bulan setelah pengajuan. Saya gak boleh kehabisan akal, saya akan mencoba mensiasatinya dengan cara memesan barang dari luar negeri atau lokal yang dikirim ekspedisinya lewat Kantor Pos. Karena biasanya pengiriman barang dari luar negeri terutama di AliExpress saat sudah sampai di Indonesia akan dikirim melalui Kantor Pos. Siapa tahu, paket dari AliExpress saya bisa dikirim bersamaan dengan pin yang tersangkut di kantor pos, yang entah di mana lokasinya.

(2) Jika pin tidak sampai dalam waktu 3 bulan, saya akan pergi ke Kantor Pos wilayah Bekasi, baik yang dekat rumah atau yang di Lapangan Serbaguna. Intinya saya harus cari, karena berdasarkan saran suhu-suhu dan referensi di internet, beberapa kasus memang kita harus langsung datang ke Kantor Pos untuk mengambil pin.

Akhirnya Kesal Lagi..

Yang awalnya saya mencoba untuk berfikir positif, ternyata satu bulan ditunggu pin belum sampai. Saya memutuskan untuk membeli barang dari AliExpress. Yang murah aja, harga 1-2 dollar, pajak bea cukai nya mahal, boskuh!

Dan…paketnya ikutan gak sampai sampai bulan ke-2, karena posisi di Tiongkok sedang ada pandemi. Hiyah, Apes ketiga!

Yasudah, tidak tahunya Indonesia kena imbas. Bulan ke-2 setelah pengajuan diterapkan skema #KerjaDariRumah dan tidak disarankan ke luar. Saya mengurungkan niat untuk ke Kantor Pos. Terutama yang utama itu, samping Lapangan Serbaguna Kota Bekasi.

Namun, saya memutuskan untuk mencari di Kantor Pos wilayah dekat rumah saja bersama adik perempuan (adik saya keduanya perempuan hehe). Kebetulan yang sangat dekat itu lantor Pos Cakung, dekat rumah Fajar Mukharom. Sayang sekali, untuk paket ke Bekasi tidak dikirim ke Kantor Pos tersebut. Melainkan biasanya di Lapangan Serbaguna.

Yasudah, saya memutuskan untuk mengambil pin tersebut setelah masa pandemi selesai.

Akhirnya…

Waktu itu saya hendak mandi, adik saya memanggil “A, ada paket!“. Ah, paling paket saya yang lain dari toko online lokal. Saya bilang “Ambil aja!“. Adik saya nyaut “Aa, dari google buruan!“. Sontak saya mengurungkan niat untuk mandi.

Benar saja, paket saya dari AliExpress sampai dan datang bersamaan dengan PIN!

Gak sia-sia saya berfikir keras, hehe. Alhamdulillah, saya coba verifikasi. Bisa! Sekarang Google Adsense sudah terverifikasi dong!.

Yang jadi masalah adalah, blog saya tetap tidak bisa menampilkan iklan karena memerlukan peninjauan kembali. Setelah mengajukan pun ternyata ditolak. Dan setelah diberi tahu mas Arif Rahman, memang dalam waktu pandemi ini sedang tidak bisa mengajukan tinjauan. Hiyah, apes ke-empat!

Intinya

Bos saya pernah bilang, kalau ada sesuatu mesti dikejar apapun caranya. Itulah yang melatar belakangi kenapa saya mulai memperjuangkan untuk dapat pin ini. Salah satunya dengan berfikir keras untuk mensiasati dengan membeli paket lewat Kantor Pos.

Bagi teman-teman yang mengalami kasus serupa, mungkin bisa dicoba dengan cara mensiasati membeli paket dari luar negeri atau lokal namun dengan menggunakan kurir ekspedisi Kantor Pos. Semoga bermanfaat dan bisa jadi solusi.

Juga jangan terlalu acuh. Kesalahan saya yang fatal adalah terlalu acuh hingga iklan di blog terkena takedown dan tidak bisa ditampilkan kembali.

Akhirnya, semangat menulis saya mulai naik. Semoga blog ini bisa dimonetisasi kembali. Jangan khawatir, iklannya tidak akan mengganggu pembaca. hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.