Pelatihan Analisa Teknikal & Fundamental Indopremier

Sudah hampir sekitar 2 tahun, kurang lebih. Saya mulai ikut untuk menabung saham/reksadana di Indopremier. Semua bermula dari ajakan boss saya untuk menabung saham. Produk keuangan lain selain menabung di Bank. Tujuan utamanya, untuk tabungan jangka panjang, naik haji atau bahkan setelah nanti saya sudah tidak muda lagi.  Karena tabungan saham ini kebetulan bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghindari inflasi di masa mendatang.

Menabung saham/reksadana sudah menjadi hal yang wajib di perusahaan tempat saya bekerja. Bahkan, sampai mendapat tujungan JHT (Jaminan Hari Tua) dari perusahaan sebanyak 5% dari gaji pokok dan ditambah potongan minimal 5% dari gaji pokok (bisa lebih tergantung kemauan) untuk ditabung ke reksadana/saham yang ada pada Indopremier. Dengan total 10% dari gaji pokok (bisa lebih), kami (saya dan teman-teman di perusahaan) bisa memilih kemana uang tersebut akan diinvestasikan.

Awal mula berinvestasi, saya hanya mengambil produk keuangan reksadana. Reksadana yang diambil pun reksadana yang memiliki resiko kecil, seperti Reksadana Money Market (Pasar Uang) atau Fixed Income (Pendapatan Tetap). Sesekali Reksadana Saham. Saat itu, jika dilihat market masih normal namun return yang dihasilkan tidak terlalu besar.

Sekitar awal tahun 2018, saya memutuskan untuk mulai menabung saham (Bukan reksadana saham). Dengan tujuan tabungan jangka panjang. Untuk menabung. Bukan semata-mata untuk mendapat return yang tinggi (Ini juga sih, kalo bisa hehe).

Dengan modal nekat, saya mulai menabung tanpa bekal pengetahuan tentang saham. Bermodalkan buku “Shopping Saham Modal Sejuta” Karya Jere Jefferson dan beberapa cerita dari boss saya. Nawaitu menabung saham.

Sampai sekarang, saya sendiri masih bingung untuk memilih mana saham yang bagus yang bisa saya investasikan untuk tabungan jangka panjang. Akhirnya, main aman. Investasikan uang ke saham perusahaan yang sudah well established, WIKA, ADRO, TLKM, BTPN. Hanya saja, saya bingung kenapa harus memilih perusahaan tersebut, entahlah. Yang penting menabung.

Satu minggu yang lalu, teman saya. Choirrulloh. Memberikan informasi bahwa tanggal 13 Mei akan diadakan pelatihan analisa Teknikal & Fundamental untuk memilih kemungkinan saham yang bagus dari Indopremier di Gedung Bursa Efek Indonesia. Gratis. So, saya tertarik. Siapa tahu bisa nambah ilmu kayak ginian, gak musti IT terus.

Saya berangkat, dari Bekasi dengan Commuter Line. Turun di Stasiun Sudirman dan sambung dengan Kopaja atau Ojol. Karena terpepet waktu, jadi saya pesan ojol. Nasib, gak ada yang mau pickup. Sampai bolak-balik pintu masuk yang berbeda. Gak ada yang mau pick up.

Nasib, saya coba untuk terakhir kalinya pesan Ojol. Rencananya, kalau masih gak ada yang mau pickup terpaksa naik Kopaja. Alhamdulillah, ada yang mau. Sekalinya dapet, drivernya otaknya gesrek (anak jaman now nyebutnya pea).

Sampai di bursa efek sekitar jam 1 kurang. Ini pertama kalinya masuk BEI. Sebelumnya gak jadi waktu acara openSUSE ID jalan-jalan. Sayang, hari libur. Jadi sepi dan market juga libur.

Bursa Efek Indonesia Dihari Libur
Bursa Efek Indonesia Dihari Libur, Sepii…

Perkiraan saya, karena ini gratis mungkin yang daftar banyak. Tapi yang datang sedikit. Karena saya pernah buat acara, yang daftar banyak, yang datang sedikit. Nasib.

Ternyata diluar dugaan, saat masuk dan mengisi absen. Total peserta yang ada sekitar 70 orang. Dan ketika masuk ke ruangan seminar, sudah sekitar 30 orang hadir. Dan satu persatu peserta ikut masuk juga. Peserta datang dari berbagai macam kalangan, ada trader, investor, atau bahkan yang sama sekali belum menemukan jati dirinya saat bermain saham (Termasuk saya).

Menunggu sekitar 30 menit, untuk persiapan instruktur. Saya melahap snack yang sudah disediakan, lumayan untuk mengganjal perut. Kebetulan belum makan. Snack yang disediakan cukup enak, roti, kue, dan martabak telor. Rezeki anak soleh kalo kata anak zaman now.

Snack ala Bursa Efek
Snack ala Bursa Efek

Sekitar 30 menit menunggu, pelatihan dimulai. Dipimpin oleh Muhammad Farug (dengan g bukan q). Technical Analyst di Indopremier. Cakupan bahasannya cara melakukan analisa saham menggunakan metode teknikal dan fundamental.

Saya sendiri berfikiran karena bersifatnya fundamental, jadi benar-benar dijelaskan dari awal sekali tentang saham itu. Nyatanya, jauh.

Tidak ada persiapan khusus yang disiapkan untuk pelatihan ini. Banyak istilah-istilah dan metode yang gak saya ketahui. seperti Support and Resistance, atau apalah sejenisnya. Saya merasa jadi orang yang benar-benar bodoh soal ini.

Saya pun baru tahu, Indopremier punya aplikasi untuk analisa saham dan melakukan transaksi efek secara realtime, bisa dilihat disini. Namanya IPOT di windows. Pasti, berbasis sistem operasi windows. Sayang saya membawa komputer Mac. Jadi tidak bisa ikut serta. Hanya bermodalkan buku dan pensil atau laptop saya mencatat materi yang disampaikan, atau laptop.

Sesi pertama, membahas tentang Analisa teknikal, cakupannya membaca teknikal lewat candle stick. Menentukan titik support & resistance lewat candle stick bar, dll. Pokoknya seputar candle stick. Melalui aplikasi ini juga terdapat forum seputar analisa. Biasanya member atau pihak ipot bisa memberikan rekomendasi seputar analisa. Kapan harus melepas saham, walaupun harus cut loss (jual rugi).

Sesi Analisa Teknikal
Sesi Analisa Teknikal (Bukan Candle stick, masih seputar grafik)

Sesi kedua, membahas tentang analisa fundamental. Cakupan materinya berdasarkan berita-berita yang ada di sekitar. Membahas juga melalui laporan keuangan dari sebuah perusahaan, dll. Banyak rumus, banyak istilah yang tidak dimengerti juga. Namun, dari sesi ini keuangan laporan setidaknya saya tahu mana harga saham yang murah, mana yang tidak.

Rumus Memilih Saham dengan Teknik Fundamental
Rumus Memilih Saham dengan Teknik Fundamental

Alhamdulillah, banyak PR setelah mengikuti pelatihan ini. Setidaknya ada beberapa gambaran yang saya temukan untuk mulai bermain saham lebih cerdas lagi. Dalam memilih saham yang bagus untuk tempat saya menginvestasikan uang. Semoga, kedepannya lebih cerdas dalam memilih saham. Mana saham yang bagus, mana saham yang cornering (gorengan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.