Pak Ubay

Ternyata, memang benar kata para mahasiswa yang sudah lulus duluan. menjelang semester-semester akhir apalagi menginjak semester 5 ke atas. Akan mulai banyak perasaan-perasaan aneh muncul.

Mulai rasa semangat yang turun, gak tau mau ngapain, cape, lelah sama tugas. Buat yang salah jurusan mungkin ngerasa sudah capek banget tapi mau berhenti sayang karena tanggung. Pokonya banyak feeling gak enaknya.

Minggu kemarin saya baru menyelesaikan Ujian Akhir Semester di kampus untuk Semester 5. Terus terang saya sendiri nggak puas dengan performa saya di semester 5. Lebih banyak tidak hadir di beberapa pertemuan mata kuliah.

Nggak hadirpun ada alasannya, mulai dari dosen yang mengajar teori tapi bahasnya ngalor-ngidul ke politik. Ada yang datang cuma baca presentasi, dan banyak macemnya. Tapi terlepas dari itu saya mengakui itu salah semua dan gak semestinya saya lakukan.

Di balik semua itu juga, tidak semuanya kuliah di semester 5 saya suram. Ada mata kuliah favorit saya. Pemrograman Web 1. Saya diajar oleh dosen yang masih muda, 28 tahun. Tapi udah jadi boss IT di salah satu perusahaan retail ternama.

Namanya, Pak Baydhowi. Saya biasa manggil Pak Ubay.

Pak Baydhowi kalau menurut saya ini salah satu dosen rekrutan kampus yang terbaik. Sayangnya, beliau bukan dosen tetap. Beliau menjabat dosen tetapnya di kampus sebelah saya.

Biasanya, setelah mengisi Form Rencana Studi (FRS) menjelang awal semester saya selalu bertanya kepada teman-teman yang pernah diajar oleh dosen yang akan mengajar saya. Bagaimana personalnya, sikapnya kepada mahasiswa apakah subjektif atau tidak, pemberian tugasnya sampai hal kecil lainnya.

Berdasarkan testimoni diantara dosen yang lain, Pak Ubay ini yang paling bagus. Gak taunya, saat pertemuan pertama. Beliau sudah kasih tugas bahwa untuk Ujian Akhir Semester adalah membuat proyek aplikasi berbasis Web.

Sontak, kabar buruk buat beberapa teman lain, kaget dan mungkin merasa keberatan. Untuk saya, alhamdulillah suatu kesempatan.

Gak disangka, ternyata diluar kelas beliau sangat humble. Ternyata, beliau jarang bergaul dengan dosen dan jarang juga di ruang dosen. Mungkin karena memang usia nya masih muda, belum terlihat tampang dosen. Namun memilih berbaur bersama mahasiswa, di kantin atau tempat tongkrongan mahasiswa. Pernah bergaul dengan dosen mungkin tidak sesering dengan mahasiswa.

Setiap selesai kuliah di hari sabtu malam (kebetulan jam kuliah saya adalah jam terakhir) di kampus. Saya dan teman-teman kelas juga diajak nongkrong/makan bersama dengan Pak Ubay.

Bukan sekedar nongkrong. Percayalah, tak ada waktu yang terbuang sia-sia. Karena bahasannya gak sekedar nongkrong, melainkan kami sharing satu sama lain. Entah diskusi tentang masalah hidup yang dihadapi, kuliah, dll. Pak Ubay selalu bisa kasih solusi yang konkret dan dipahami mahasiswanya. Tak heran, setiap kami sedang berbicara, banyak juga mahasiswa kelas lain yang menyapa beliau dan ikut mendengarkan. Enaknya juga nih, makanannya malah selalu dibayarin! Padahal mahasiswa nya udah nolak 😀

Gak cuma di kampus, kadang juga diajak makan diluar, salah satunya ini:

Makan ditraktir + Sharing di luar kampus

Pak Ubay membuktikan bahwa tidak ada celah antara dosen dengan mahasiswa. Di kelas relasinya sebagai mahasiswa dan dosen. Namun di luar, kami teman. Sejauh ini, selama kuliah di Bani Saleh, beliau adalah dosen terbaik yang pernah saya temui. Tidak pernah baper oleh candaan-candaan mahasiswa.

Setiap ada kendala tugas proyek yang dikerjakan, saya juga kerap mengganggu pak ubay lewat aplikasi chat yang warna hijau. Berbeda dengan dosen juga yang biasanya menjunjung sopan santun. Saya malah dianggap kaku karena bahasanya terlalu formal :D. Akhirnya, percakapan saya dengan beliau seperti percakapan dengan teman sebaya yang pakai bahasa gaul. Terlepas dari itu, pak ubay tidak pernah keberatan dan selalu bersedia menjawab pertanyaan yang saya tanya.

Dan favorit saya, beliau juga rela meluangkan waktunya untuk mahasiswa yang ingin bisa koding. Beliau selalu menawarkan kelas tambahan secara cuma-cuma (gratis) di akhir pekan. Ini juga kami lakukan biasanya di sabtu siang. sebelum mata kuliah malam berjalan.

Gila, kan!

Bahkan, setelah selesai UAS pun, beliau masih menawarkan. Kalau memang masih mau belajar silakan buka kelas lagi, cukup modal pinjam kelas dan proyektor. Gila kuadrat bukan main. Jarang-jarang ada dosen yang mau ngajarin diluar mata kuliahnya. Gratis lagi.

Karena setelah uas sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar, otomatis kelas dikunci. Akhirnya saya ke bagian jurusan secara personal untuk pengurusan peminjaman kelasnya. Alhamdulillah disambut dengan baik dan diizinkan. Insyaallah, awal februari, kelas belajar Object Oriented Programming PHP akan dimulai.

Pak Ubay dan Penulis

Terima kasih, pak! Telah membuat bayaran semester 5 saya gak sia-sia! Semoga sukses dan sehat selalu. The best pokoknya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.