Mengurus KTP yang Hilang di Kota Bekasi

Sebenernya saya sudah males buat nulis ini. Hati sudah campur aduk, habis senang. Ternyata dibuat kecewa wkwkw. Beberapa foto untuk bahan pulisan pun hilang karena HP rusak. Ya tapi, sudahlah. Demi kenyamanan bersama. Siapa tahu mungkin ada yang butuh jadi saya tulis.

Jadi ceritanya, akhir tahun 2018 kemarin saya kehilangan KTP. Entah kenapa di dompet saya semua kartu aman, yang hilang hanya KTP saja. Absurd.

Karena mendengar beberapa teman dan rekan, termasuk tetangga rumah. Mengurus KTP ini lama banget, bisa sampe setahun. Apalagi waktu itu lagi heboh-hebohnya belum lama Setya Novanto ketangkep KPK. Proses pengurusan KTP menjadi semakin lama. Apes saya, sumpah apes banget!

Akhirnya, saya memutuskan. Udahlah, biarin aja. Toh selama ini KTP belum terlalu dipakai sering. Jadi urusnya ntar-ntaran aja.

Sampai suatu saat, di bulan Maret saya mikir. Wah gak bisa dibiarin, karena prosesnya lama. Lebih baik saya urus dari sekarang.

Tanya sana-sini dan searching google. Untuk urus KTP ternyata bisa di Mall Bekasi Junction proyek. Kebetulan! dekat dengan kantor. Tapi ada yang bikin saya males!

Pertama, “katanya” antrinya ini panjang. Harus ambil dari subuh. Puyeng dah. Kayak waktu saya bikin paspor.

Kedua, saya gak enak minta izin. Meskipun dekat dari kantor.

Akhirnya, saya dapat libur di hari senin. Karena weekend habis mengajar training. Kesempatan itu saya gunakan untuk mengurus si KTP ini.

Ternyata saya kesiangan, dan belum ngurus syaratnya. Adapun untuk syaratnya yaitu:

  • Surat keterangan kehilangan dari kepolisian setempat (bisa diurus di polsek terdekat, atau terminal)
  • Fotokopi KTP lama (jika ada)
  • Fotokopi kartu keluarga (bawa asli juga, direkomendasikan)

Pagi itu, eh siang itu… kisaran jam 10 kurang saya langsung ke polsek dekat rumah. Buat suket untuk kehilangan. Ini gratis tidak dikenakan biaya, kecuali kita mau kasih tips ke bapak polisinya.

Selesai, saya langsung ke kecamatan, karena menurut ibu saya, “katanya” bisa. Walaupun saya gak yakin, karena jawaban google itu disuruh ke disdukcapil atau mall pelayanan publik Bekasi Junction.

Sampai kecamatan, benar. Tidak bisa. Sementara waktu semakin siang. Jadi saya harus bergegas ke Mall Pelayanan Publik Bekasi Junction, proyek.

sumber: https://bekasi.pojoksatu.id/baca/mal-pelayanan-publik-segera-beroperasi-di-mal-pondok-gede

Sampai di mall pelayanan publik sekitar jam 10. Perkiraan saya salah, katanya antriannya panjang. Ternyata, gak panjang amat sih :D. Tapi lumayan lama!

Tahapannya kurang lebih seperti berikut

  1. Lokasinya ada di lantai dasar mall tersebut, sampai situ. Saya langsung registrasi. Memakan waktu sekitar 30 menit.
  2. Di sana, berkas kita diverifikasi. Seperti FC KTP, FC KK dan suket kehilangan yang dibuat di Polsek juga di cek.
  3. Oh ya, jangan lupa nanti di meja registrasi ada jalur antriannya. Saya nggak sempat foto. Perhatikan atas, nanti ada tulisan Akta kelahiran, KTP, dll
  4. Jangan sampai salah antrian, karena lama kalau antri lagi!
  5. Setelah berkas diverifikasi, kita akan dikasih nomor antrian sama petugasnya
  6. Habis dapat antrian. Kita tinggal nunggu untuk dipanggil.

Dan you know? waktu itu saya dapat antrian nomor 120 an. sementara antrian baru 70. Dalem hati, pengen ngedumel. Tapi apadaya.

Saya dapat panggilan dari petugas pas sekali saat azan zuhur, antri dari jam 10 lewat sedikit. Waktu yang lumayan lama. Saat dipanggil gak sampe 1 menit datengin ke petugas.

Saya berharap KTP nya langsung jadi, karena lumayan lama. Ternyata saya cuma dikasih surat keterangan pengganti KTP sementara. (Foto suratnya hilang bersama HP saya yang rusak, dan saya juga lupa simpan di mana suratnya)

Hiyalah,

Habis itu, bapaknya bilang. Nanti 4 hari KTP nya akan dikirim lewat POS, ke kecamatan. Nanti kecamatan distribusi ke RT, dari RT ke rumah.

Nah, disitu saya ngerasa tenang. Akhirnya saya setia menunggu.

Seminggu, saya tanya pak RT, belum ada. Saya ke kecamatan, belum ada.

Sebulan kemudian, saya dan ibu saya tanya pak RT, belum ada. Saya dan ibu saya ke kecamatan, belum ada juga.

Begitu selama 3 bulan saya dan ibu saya ke pak RT dan ke Kecamatan. Sampai akhirnya capek, males dan pasrah. Akhirnya nyerah, dan membiarkan saja.

Namun, di bulan oktober ini saya ternyata butuh KTP, untuk boarding pesawat. Pengecekannya lewat KTP. Kalau nggak, bisa gak jadi ke Bali.

Akhirnya ibu saya berkunjung ke Pak RT, hasilnya masih belum ada..

Kemudian ke kecamatan. Alhamdulillah! ADA!!!! Setelah sekian lama, akhirnya jadi juga. Meskipun harus bolak-balik kecamatan. Lega hati saya.

Sekarang saya sudah resmi tercatat sebagai WNI “lagi”, yeay!

Saya emang suka ngedumel soal pelayanan. Apalagi saya bekerja di perusahaan kece yang bergerak di bidang pelayanan. Dan juga, tiap bulan bayar pajak. Dan sudah memang hak warga negara untuk dapat pelayanan yang bagus.

Harapannya, semoga masalah ini tidak terjadi dikemudian hari. Semoga ada sistem yang lebih baik yang bisa mempermudah pengurusan seperti ini.

Salam!

2 thoughts on “Mengurus KTP yang Hilang di Kota Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.