Memasang Windows Subsytem for Linux pada Windows 10

Minggu lalu saya memasang sistem operasi dari Microsoft yang selama ini sudah ditinggalkan cukup lama sebagai sistem operasi sehari-hari. IMHO, saya lebih memilih menggunakan Linux atau Mac sebagai sistem operasi yang digunakan, karena fleksibilitas dan kenyamanannya.

Karena saya butuh hiburan juga, salah satu permainan favorit saya yaitu bermain game sepak bola seperti Pro Evolution Soccer atau FIFA yang dipinjam lewat Steam atau Origin dari teman saya Ridwan. hehe. Sayangnya game tersebut hanya berjalan di atas sistem operasi Windows saja.

Akhirnya saya memutuskan untuk memasang Windows 10 dengan bermodal lisensi bawaan dari laptop saat beli (apa sih sebutannya ya, OEM bukan?) pada laptop ASUS (jadul). Karena sudah diupgrade menjadi SSD, saya membagi 2 terlebih dahulu partisinya pada sistem operasi yang sudah ada, openSUSE Tumbleweed.

Kemudian langsung mengunduh ISO dari halaman resmi Windows dan Tadaaaaaa… Windows 10 berhasil terpasang pada laptop, dan kenceng!

Ternyata cukup nyaman, Windows 10 sudah banyak membawa perubahan pada fiturnya, salah satunya adalah dihadirkannya Windows Subsystem for Linux (WSL). Karena latar belakang saya seorang system administrator Linux. Saya kerap kali sering menggunakan terminal atau command line interface untuk pekerjaan sehari-hari, dan saya itu sudah menjadi kewajiban.

Kan sudah ada CMD atau Powershell? apa yang salah? Ndak ada. Shell dari Windows pun juga sudah cukup bagus kok. Namun, ya namanya belum bisa moveon, apa salahnya? lumayan juga jadi bahan oprekan.

Windows Subsytem For Linux ada 2 Versi

Yaps, ada 2 versi. WSL versi 1 dan WSL versi 2. Bedanya apa? Silakan baca di sini. Oh ya, bagi Anda yang belum tahu apa itu WSL bisa baca di sini juga.

Jadi, gimana caranya memasang WSL pada Windows 10? bermodalkan panduan di sini. Saya berhasil memasangnya. Buat Anda yang ingin versi Bahasa Indonesianya. Sek, saya terjemahkan!

Oh ya, kali ini saya ingin memasang WSL versi 2 ya, yang terbaru. Berikut panduannya:

Persiapan

Pastikan Windows Anda sudah terbarui ke versi 2004, Build 19041. Bisa dicek dengan cara: Tekan windows + r dan ketik winver.

Nah di situ Anda bisa lihat windows Anda apakah sudah update atau belum.

Instalasi

Pertama, ini akan butuh beberapa kali restart PC.

Kedua, Anda harus mengaktifkan WSL versi 1 terlebih dahulu sebelum memasang versi 2. Lakukan perintah berikut untuk mengaktifkan WSL versi 1.

  • Buka aplikasi Powershell dan jalankan sebagai Administrator (WAJIB!).
  • Jalankan perintah berikut:
dism.exe /online /enable-feature /featurename:Microsoft-Windows-Subsystem-Linux /all /norestart
  • Restart PC Anda.
  • Setelah PC hidup kembali, barulah Anda bisa mengaktifkan WSL versi 2.
  • Buka aplikasi Powershell dan jalankan sebagai Administrator (WAJIB!).
  • Jalankan perintah berikut:
dism.exe /online /enable-feature /featurename:VirtualMachinePlatform /all /norestart
  • Restart kembali PC Anda.
  • Kemudian, jadikan WSL versi 2 sebagai versi shell yang default untuk PC. Buka aplikasi Powershell dan jalankan sebagai Administrator (WAJIB!)
  • Jalankan perintah berikut:
wsl --set-default-version 2
  • Kalau Andamenemukan error berikut: WSL 2 requires an update to its kernel component. For information please visit https://aka.ms/wsl2kernel. Instal terlebih dahulu komponen kernelnya. Andabisa mengunduh pada tautan berikut.
  • Setelah dipasang, jalankan kembali perintah di atas.

Memasang Linux Shell

Nah, apabila Andasudah melalui step di atas dan berhasil sesuai intruksi artinya WSL versi 2 sudah terpasang di PC Anda. Selanjutnya adalah memasang Shell Linux kesukaan Anda. Biasanya saya memilih openSUSE atau Ubuntu. Dan kita bisa instal keduanya!

Caranya, buka Microsoft Store. Dan pasang distro kesukaan Anda!

Sumber gambar: https://docs.microsoft.com/en-us/windows/wsl/media/ubuntustore.png

Nah, kalau sudah diunduh dan dipasang. Buka aplikasi tersebut dan nanti akan memunculkan setup password root untuk pertama kalinya.

Sumber gambar: https://docs.microsoft.com/en-us/windows/wsl/media/ubuntuinstall.png

Selesai!! Mudah kan? Supaya Anda gak bingung gimana caranya makai Linux Shell atau Windows Shell nya saya merekomendasikan untuk menggunakan Windows Terminal. Dengan menggunakan aplikasi tersebut kita bisa memilih shell yang akan digunakan.

Terima kasih, semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.