Kesalahan Itu Memberikan Pelajaran Berharga

Apa yang tidak mematikan kita, akan mendewasakan kita

– Excellent, 2017

Sumber Gambar: https://www.freepik.com/free-photo/portrait-of-a-man-lying-down-at-desk-near-laptop_1281115.htm#term=tired%20work&page=1&position=44

Nasi sudah menjadi bubur. Itu pribahasa yang mungkin cocok untuk saya, di minggu-minggu ini. Bukannya menikmati tanggal muda karena gajian, saya harus repot karena sebuah masalah baru, yang tidak disengaja.

Senin, 30 Juli 2018. Ada salah satu pelanggan maintenance mengalami kendala tidak bisa kirim-terima surel. Setelah dicek, ternyata penyebabnya adalah hard disk dari email server pelanggan tersebut penuh. Saat itu, saya yang diberi amanah untuk menangani masalah pelanggan tersebut.

Solusi yang ditawarkan oleh kami, sebagai konsultan adalah melakukan resize terhadap hard disk yang digunakan. Saat itu hard disk yang digunakan pelanggan tersebut sebesar 300 GB.

Klien tersebut memberitahu apakah jika menggunakan hard disk 2 TB bisa terdeteksi pada server. Tujuannya, agar kapasitas email server tersebut lebih leluasa dan tidak memerlukan resize hard disk terlalu sering. Pelanggan tersebut bertanya seperti itu dikarenakan server yang digunakan masih server lama, server rakitan sejak tahun 2011 dengan hypervisor Proxmox VE 1.9. Dipasang sejak pertama kali email server dibangun. Sejak itu pula Excellent yang melakukan setup.

Akhirnya, dipasangkanlah hard disk tersebut. Namun setelah saya cek, ternyata terdapat 2 hard disk 1 TB. Total 2 TB. Bukan 1 hard disk dengan kapasitas 2 TB. Jadi, dengan asumsi informasi sebelumnya, di mana pelanggan tersebut akan memasang hard disk 2 TB.

Dan, asumsi kedua saya yaitu kedua hard disk tersebut kosong. belum digunakan. Namun, karena khawatir takut salah format, saya konfirmasikan ke pihak pelanggan apakah kedua hard disk tersebut dapat digunakan. Untuk saya lakukan pembuatan partisi.

Pelanggan tersebut mempersilakan saya untuk menggunakan salah satu dari hard disk 1 TB tersebut. Saya format salah satu hard disk. Kemudian, saya buat virtual storage pada hard disk tersebut dan disambungkan ke mesin virtual yang ada.

Ketika mesin virtual tersebut dijalankan, terdapat error bahwa, salah satu virtual disk tidak ada. Sehingga VM tidak dapat dijalankan. Saya coba cari dibeberapa hard disk. Tidak ada.

Kebetulan saat itu terdapat 4 hard disk, dua hard disk 1 TB dan dua hard disk 500 GB. Ternyata, di salah satu hard disk 1 TB. Terdapat seluruh data dari email server. Dan saya mem-format nya.

Ternyata, yang asumsi saya terdapat 2 hard disk 1 TB itu salah. Pelanggan tersebut hanya memasang hard disk baru 1 TB saja. Dan berasumsi 1 TB saja sudah cukup. Padahal kesepakatan sebelumnya adalah 2 TB.

Kendati demikian, kesalahan berada di saya. Karena saya yang mengeksekusi dan tidak melakukan pengecekan dan memastikan data tersebut. Nasi sudah menjadi bubur. Data lenyap.

Selanjutnya, secepat mungkin saya membuat sebuah VM pada server colocation, dengan tujuan email server dapat digunakan terlebih dahulu oleh pengguna. Beruntung, terdapat cadangan data LDAP hingga Februari 2018, selisih 6 bulan dari tanggal sekarang. Jadi data username dan password bisa di recover hingga Februari 2018. Namun, untuk sementara hanya terdapat data username dan password saja. Untuk data-data email sendiri belum di recover.

Saat VM pada colocation tersebut sudah berjalan dan dapat digunakan. Saya berusaha semaksimal mungkin melakukan recover data pada hard disk yang “tidak sengaja” ke-format itu.

Melakukan semua metode, dari yang aplikasi berbasis Linux, Windows, hingga Mac. Seperti testdisk, photorec, easus, dan lain-lain. Namun kemungkinan presentasinya sangat kecil sekali. Saya tidak bisa me-recover nya. Badan tiba-tiba serasa sangat lemas ketika itu. Seakan-akan hari esok tidak ada.

Selama 3 kali, saya melakukan kunjungan ke kantor pelanggan tersebut, tujuannya agar relasi tetap terjaga dan membuktikan bahwa saya tidak lari dari masalah, berusaha sebisa mungkin untuk mengembalikan data. Walaupun tidak dapat dikembalikan.

Saat itu saya bisa dibilang sangat beruntung, saya tidak dimarahi oleh atasan saya. Beliau sangat memotivasi saya agar tetap tegar untuk menyelesaikan masalah, tetap bisa berfikir jernih dalam keadaan seperti ini. Saya sudah diamanatkan, dan harus bisa bertanggung jawab terhadap akibat yang diambil.

Karena kasus inilah, saya dapat lebih menanamkan sikap agar lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam mengeksekusi sebuah tugas. Pak bos selalu bilang ke saya :

Apa yang tidak mematikan kita, akan mendewasakan kita

Excellent, 2017

Mulai dari sekarang, kata-kata itu selalu terbayang. Agar selalu lebih aware. Berhati-hati. Karena tidak seharusnya selalu jatuh ke lubang yang sama. Kesalahan yang sama.

Sisi lain, saya juga beruntung, pelanggan tersebut tidak memarahi, dan tidak menuntut. Dan dengan lapang memaafkan dan menerima ketidaksengajaan, walaupun kesalahan ada di kedua sisi.  Miskomunikasi.

Alhamdulillah saat ini, server tersebut sudah kembali berjalan dengan sebagaimana mestinya. Semua itu tidak lepas dari bantuan Tim Excellent yang lain, yang menggantikan tugas saya sementara di bagian Cloud Product & Services. Terutama Lead Engineer saya. Ahmad Imanudin. Yang sangat banyak membantu saya. Memberi pemikiran dan pelajaran teknis yang berharga untuk mengatasi masalah ini.

Jadi, saya siap memulai hari baru, yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.