Indonesia Outdoor Festival 2019

Seminggu yang lalu, tepat sekali seminggu yang lalau tanggal 7 Maret 2019. Hari pertama Indonesian Outdoor Festival (Indofest) diselenggarakan. Acara ini diselenggarakan sekitar 4 hari dari tanggal 7-10 Maret 2019.

Buat kalian yang belum tau Indofest ini apa. Indofest adalah sebuah event outdoor dan adventure terbesar yang ada di Indonesia. Di Indofest kita bisa melihat informasi-informasi seputar pengetahuan dan produk-produk outdoor.

Tahun 2017 sebelumnya saya sudah pernah ikut event ini juga. Dan cukup meriah, banyak diskon. Namun apadaya, saya cuma sekedar lihat-lihat produk-produk outdoor keren tanpa membelinya. Di sana saya hanya menemani teman saya yang ingin berbelanja produk outdoor.

Semakin tahun, event ini semakin ramai kalau dilihat. Biasanya yang paling banyak itu tujuan utamanya adalah berbelanja produk-produk outdoor dengan diskon besar-besaran. Disini, potongannya memang bisa bikin hilaf, bisa sampai 50%. Termasuk produk tas terkenal asal Eropa. Deuter.

Nah, di Indofest ini tujuan utama saya sebenarnya adalah mencari backpack pengganti saya yang sudah hampir 4 tahun dipakai. Plus, membeli perlengkapan-perlengkapan untuk nanti naik ke Gunung Prau, dieng.

Hari itu, kebetulan Kamis, 7 maret 2019 libur. Saya memutuskan untuk datang ke Indofest hari pertama. Saya ditemani dengan teman hidup saya pergi ke acara tersebut setelah dzuhur.

Awalnya kami berencana pergi ke event ini di hari sabtu. Namun ternyata ia baru ingat kalau ada jam kuliah. Sehingga harus di reschedule. Satu-satunya adalah di hari Kamis, hari libur dan hari pertama event. Dari awal kami sudah mengira, acara di hari pertama dan apalagi libur pasti penuh. Berkaca dari Indofest 2017 saya merasa senang bisa hadir di acara tersebut walaupun penuh.

Ternyata, tidak disangka. Penuhnya ini bukan main. Beda dengan pikiran saya saat Indofest 2017. Semakin tahun, pengunjung semakin membludak. Di loket tiketpun antriannya mengular hingga ke jalan-jalan.

Foto diambil ketika masih belum terlalu ramai

Setelah masuk pun, tujuan saya langsung ke booth nya Deuter. Cari backpack. dan alamak. gak bisa jalan. mampet. Ditambah lagi, sebelah booth deuter ada booth consina. Mampet juga disitu. dan nggak bisa lewat. Terpaksa muter balik. Muter ke booth lain.

Foto diambil ketika agak sesak

Setelah muter-muter tanpa arah. Saya beranjak ke booth Dhaulagiri, di booth Dhaulagiri saya bertemu dengan teman-teman KOEPI saat mendaki di pangrango. Kami bertegur sapa. Dan mereka hendak ke Booth REI. Ternyata di sana ramai juga. mengantri. Kemana-mana penuh.

Saya dan teman hidup saya kembali keliling pameran. Singgah di salah satu booth untuk melihat Down Jacket (bulu angsa) dan ternyata cocok. Harga juga ndak terlalu mahal untuk down jacket dengan bahan biasa. Tapi cukup mudah mudahan untuk dipakai di gunung.

Setelah sekian lama keliling, saya hanya mendapat 2 benda saja. Yaitu jaket bulu angsa dan celana panjang untuk tracking. Ramai nya booth ini ada baiknya juga. Hilaf saya tidak jadi bablas. Karena saking ramenya.

Saya sendiri bukan tipikal orang yang agresif dengan barang yang ada walaupun diskonan. wkwk. Walaupun harga menggoda. Keselamatan lebih penting. Bisa dibilang, hari pertama ini sumpek banget. Suwer. Beda waktu saya datang di Indofest 2017.

Namun, walaupun demikian, saya sangat senang dengan adanya festival ini. Di festival ini selain menjajakan produk outdoor ada sesi talk juga dengan para petualang. Mereka berbagi cerita bagaimana survival di alam bebas. Passion mereka terhadap travelling dan rasa cinta nya untuk menjelajah alam yang ada di Indonesia. Hal tersebut yang memotivasi saya untuk kembali nanjak, setelah hampir 2 tahun tidak naik gunung.

Kami keluar sekitar pukul 3 sore. Sehabis ashar. Saat keluar. Antrian di loket semakin mengular ke luar. gile ndro. Sayang saya nggak sempet buat foto. Karena buat keluar pun susah.

Setelah belanja selesai. Karena JCC masih 1 wilayah dengan Gelora Bung Karno. Kami memutuskan untuk lari sore mengelilingi GBK ini. Lumayan, lumayan lelah. Sebelumnya kami memang sudah mempersiapkan untuk lari di GBK. Jadi dari rumah sudah bawa sepatu khusus untuk olahraga.

Olahraga disini sangat mengasyikan, sudah sangat rapih. Terakhir saya ke GBK sudah lama sekali. Dahulu masih banyak pedagang disekitaran GBK. Ada gorengan, ketoprak, dll. Sekarang sudah tidak ada. Disampingnya pun ada taman, dan tempat shalat yang sudah sangat rapih dan bersih.

Suasana stadion malam nya pun bagus. Di sekitar area stadion sudah dipasangi lampu lampu yang menghiasi setiap dinding stadion. Sehingga GBK tampak apik!


Jika dilihat pun, mungkin serasa di Old Trafford :D.

Setelah maghrib. kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang kami mampir ke Gulai Tikungan yang ada di Blok M.

Kami pulang sampai di rumah dengan selamat. Alhamdulillah.

2 thoughts on “Indonesia Outdoor Festival 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.