Gajian Tanpa Kasbon dan Hutang

Sepertinya, Bulan Ramadhan sangat cocok dibilang bulan yang penuh keberkahan, penuh pahala, penuh rezeki, dan gaji yang penuh. Hehe..

Bulan Ramadhan ini saya agak senang, berbeda dari tahun kemarin-marin. Pokoknya berbeda, dari segi keimanan mungkin tahun ini saya mungkin agak mendingan dari tahun sebelumnya (mungkin). Dan dari segi finansial, juga dibilang mendingan.

Sebelum puasa, alhamdulillah. Atas izin Allah swt saya bisa melunasi semua hutang/cicilan pribadi. Setelah hampir 3 tahun  terjerat riba karena cicilan motor yang bunganya membengkak gak karuan.

Sebelum puasa juga, Alhamdulillah saya bisa melunasi cicilan laptop pribadi. Kalau yang ini bukan riba, dari kantor malah diringankan cicilannya. Disubsidi. Pokoknya alhamdulillah. Terima kasih pak boss, terima kasih excellent 😀

Hutang-hutang tersebut saya lunasi dari gaji bulan kemarin, gaji Bulan Mei dan tunjangan hari raya tahun ini. Di kantor, memang agak berbeda dari tempat lainnya. THR dibagikan 1 bulan sebelum lebaran. Tanggal 1 Ramadhan. Bahkan ditahun ini, 1 hari sebelum Ramadhan.

Konsekuensinya, THR saya tahun ini sedikit. Karena terpakai untuk melunasi beberapa hutang. Tapi, pak boss pernah bilang ke kami (saya dan tim). Hutang itu suatu kewajiban yang harus segera dilunasi. Utamakan untuk melunasi hutang. Insyaallah kalau kita sudah melunasi hutang, rezeki bisa datang dari mana saja. Amin.

Semestinya, Cicilan laptop saya selesai sekitar 4-5 bulan lagi dan Motor masih sekitar 2-3 bulan lagi, saya lupa, pokoknya sekitaran segitu. Tapi, mumpung ada rezeki. Gajian bulan April dan THR. Saya lebih memilih untuk melunasinya. Terpaksa, lebaran saya tidak megang uang banyak. (Dari dulu juga begitu sih).

Dibilang beruntung, alhamdulillah. Saya bisa bernafas lega. Pertengahan puasa, hari ke 15 puasa tanggal muda, gajian Bulan Mei. Yeay. Setidaknya punya cadangan baru (selain tabungan) untuk hari raya lebaran. Walaupun tidak banyak amat. Setidaknya cukup.

Namun gaji bulan ini bisa dibilang berbeda dari sebelumnya, didapat penuh. Tidak ada cicilan motor, tidak ada cicilan lainnya. Hanya tagihan internet rumah. Rasanya lebih lega, terbebas dari riba, terbebas dari hutang. Saya agak senang, walaupun lemburan tidak terlalu banyak. Setidaknya saya bisa menikmati gaji bulanan saya secara penuh. Tanpa ada ikatan hutang. Senang rasanya.

Lunass!

Kedepannya, dari sekarang mulai diubah polanya. Jika menginginkan sesuatu, ada baiknya biasakan menabung dulu. Dibanding mengambil kredit. Kalau tidak terpaksa banget. Terkecuali mungkin KPR rumah. Tapi sebisa mungkin, jangan keseringan berhutang. Umur tidak ada yang tahu, sebisa mungkin jika suatu saat meninggal tidak meninggalkan hutang, karena bisa merepotkan orang lain yang harus menanggung hutang kita.  hehe

Semua ini tidak terlepas dari do’a orang tua yang tidak pernah putus untuk anaknya yang ganteng ini :-P. Bantuan kantor juga, dan dukungan teman-teman terdekat.

Dengan lunasnya hutang ini, saya bisa berfikir lebih jernih. Bisa menggunakan uang ke hal yang lebih bermanfaat dan lebih produktif. Harapannya, semoga semua urusan dilancarkan, dimudahkan rezekinya. Bisa memberikan kontribusi lebih, ke kantor, keluarga, maupun yang lainnya. Amin. :-).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.