Artikel Minimalis dan Produktif #1: Merapikan Menu Bar Mac OS

Jadi…

Beberapa waktu, saya mencoba untuk merapikan seluruh workspace setelah membaca beberapa lembar dari buku mbak Marie Kondo. Dengan harapan bisa bekerja lebih produktif dan lebih semangat lagi. Apalagi di masa pandemi ini, terkadang kasur samping meja kerja rasanya seperti magnet yang terus menarik untuk tidur.

Untuk menghindari hal tersebut saya melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang saya rasa cukup mengganggu terutama di tempat kerja saya. Dari mulai hal yang bersifat nyata (kerapihan meja, kamar) ataupun yang bersifat maya (aplikasi, desktop komputer).

Karena perbaikan yang dilakukan cukup banyak, saya kepikiran untuk membuat seri artikel minimalis dan produktif ala sendiri. Yang tentu, referensinya juga didapat dari banyak orang yang sudah melakukan hal ini. Saya hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan orang lain namun menuliskan dalam tulisan di blog.

Artikel ini adalah artikel pertama dari seri minimalis dan produktif versi dhenandi. Walaupun saya sendiri sebenarnya merasa belum terlalu produktif. Tapi paling tidak saya merasakan perbedaan yang cukup signifikan setelah melakukan perbaikan dan membenahi beberapa hal yang selama ini saya rasakan cukup mengganggu. Alhamdulillah. Mudah-mudahan di minggu depan bisa lebih produktif, fokus dan giat bekerja kembali.

Pada artikel ini saya akan membahas versi maya, yaitu membenahi menu bar MacOS. Gapapa random, toh dunia memang bersifat maya… ehe.

Desktop saya begini..

Sekilas, tampilan desktop diatas memang tidak ada yang salah seperti desktop biasa MacOS pada umumnya. Ada Menu Bar (bagian atas), ada tampilan aplikasi yang dibuka (safari) dan juga Dock dibagian bawah.

Selama ini memang baik-baik saja bekerja seperti ini, kok. Kerjaan selesai, dan yasudah tetap menghasilkan.

Namun, setelah membaca artikel lain seperti “Do More with Less“. Rasanya, kok Desktop ini gak beres. Banyak mata saya melihat tampilan yang seharusnya tidak perlu, salah satunya dan paling utama pada Menu Bar.

Menu Bar

Pada bagian kanan, ikon menu bar. Terdapat banyak ikon aplikasi-aplikasi yang saya buka yang sebenarnya saya sendiri gak tau ini ikon dari aplikasi apa. Setelah dicek satu persatu ikonnya. Memang ikon itu dibutuhkan sebagai shortcut/jalan pintas ketika saya hendak menonaktifkan atau mengaktifkan aplikasi tersebut kembali.

Tapi jeleknya ini bisa jadi acak apabila komputer dihidupkan ulang, ikon akan berbeda posisi dan letaknya berbeda dari sebelumnya. Juga, apabila banyak aplikasi yang dibuka dan terdapat pada menu bar. Maka akan memanjang terus sampai ke menu bar aplikasi sampai gak keliatan. Apalagi MacBook dengan resolusi yang biasa-biasa aja (bukan retina display).

Ini yang cukup mengganggu mata buat saya. (Buat saya, loh). Kalau kalian merasa fine aja dengan ikon sebanyak ini ya tidak masalah.

Memang dari sisi aplikasi beberapa bisa tidak dimunculkan ikonnya pada menu bar. Namun, terkadang saya butuh sebagai jalan pintas.

Akhirnya, saya kepikiran. Apakah ada aplikasi yang bisa menyembunyikan ikon-ikon di atas namun menampilkan yang hanya ingin saya lihat saja tanpa menutup aplikasi tersebut?

Jawabannya ada!

Awalnya saya bertemu dengan aplikasi Bartender. Sayangnya berbayar. Selama worth it sebenarnya tidak masalah. apalagi Bartender juga terdapat pada Setapp, semacam App Store juga di MacOS, namun dengan menggunakan subscription setiap bulan sehingga lebih murah dan bisa pakai beberapa aplikasi premium yang ada lisensinya cukup mahal jika dibeli satu persatu di MacOS,

Akhirnya saya menemukan juga alternatif yang open source. Yaitu Dozer dan Vanilla. Keduanya memiliki fungsi yang sama seperti Bartender. Menyembunyikan ikon pada menu bar. Tentu fitur nya tidak sekaya Bartender tapi paling tidak memenuhi apa yang saya butuhkan. Mungkin juga pada artikel terpisah saya akan buat perbadingan antara Dozer dengan Vanilla.

Akhirnya Saya Berlabuh ke Dozer…

Saya berlabuh ke dozer sebagai solusi manajemen ikon menu bar karena memiliki ukuran aplikasi yang ringan saat dipasang serta performa yang memuasakan.

Cara pemasangannya sendiri cukup mudah, bisa dilihat pada tautan https://github.com/Mortennn/Dozer. Bisa dengan 2 cara, yaitu:

  • Melalui Terminal (pastikan sudah memasang brew)
brew cask install dozer

Penggunaannya pun cukup mudah, kalian cukup tekan tombol command (CMD) + geser ikon kemana kalian mau. Pastikan berada di bagian kiri sebelum ikon titik paling kiri berada.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat GIF yang sudah disediakan pengembangnya.

Sekarang Desktop saya seperti ini…

Menu bar lebih minimalis dan clean. Jika ingin melihat ikon yang disembunyikan kalian cukup klik pada ikon titik yang ada pada bagian atas. Dan apabila ingin membuka konfigurasi dozer cukup klik kanan ikon titik pada menu bar.

Sederhana, tapi untuk saya hal ini cukup berpengaruh karena bisa meningkatkan fokus. Namun, apabila teman-teman sudah terbiasa dengan ikon menu bar yang banyak, tidak masalah juga.

Demikian, artikel pertama di seri minimalis. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.