Al-Qiyamah

Sudah lama, sebenarnya saya ingin menulis perihal pendapat saya mengenai surah ini. Surah ini menjadi salah satu surah favorit saya di Al-Qur’an. Ketika dibacakan begitu indahnya oleh Ustadz Hanan Attaki, ketika beliau menjadi imam di Surabaya & di Bandung. Untuk videonya bisa melihat pada akhir tulisan blog.

Namun, tulisan ini tertunda. Karena banyak pertimbangan yang perlu saya pikirkan. Khawatir ada pembaca yang kurang sreg. Karena ini materinya seputar agama. Agak sensitif. Ditambah, akhir-akhir ini saya sedang dikerjain kerjaan. Rutinitas yang tidak menambah ilmu. Tapi harus dikerjakan.

Namun, ada sisi baiknya dari rutinitas pekerjaan ini. Daripada tidak menambah ilmu sama sekali. Sembari mengerjakan saya membuka YouTube. Mendengarkan murottal dari Ustadz Hanan Attaki. Ketemulah surah Al Qiyamah ini. Seketika, saya jatuh cinta.

Dengan lantunan yang sangat indah ini membuat mood untuk bekerja bertambah. Dan bekerja sambil mendengarkan ayat Al-Qur’an ini pun bisa menambah pahala.

Karena murottal tersebut sering didegarkan. Saya tertantang untuk menghafalnya. Dengan cara menggunakan lantunan yang Ustadz Hanan Attaki gunakan.

Alhamdulillah, bukan bermaksud riya. Sekarang saya hafal surat ini. Walaupun arti dan tafsirnya sendiri belum terlalu hafal.

Tapi di surah ini pada ayat ke 16 disebutkan “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.“.

Sayapun tertantang kembali untuk memahami arti dan tafsirnya. Dengar mendengarkan tafsir dari beberapa para ulama.

Selain Ustadz Hanan Attaki beberapa murottal dari Qori lain juga sudah saya dengarkan. Beberapa ada yang sampai menangis karena surah ini. Ternyata, ketika dikaji lebih dalam. Arti dan tafsiran surah ini sangat bagus

Dilihat dari judulnya, Al-Qiyamah ini memang menggambarkan tentang hari kiamat. Sejenis dengan Al-Zalzalah, Al-Qariah. Namun, di Al-Qiyamah ini lebih menggambarkan perilaku manusia saat hari kiamat, beberapa anjuran untuk tidak terlalu mencintai dunia yang sementara ini. Dan banyak sekali. Saya rasa belum pantas untuk menjelaskannya.

Dari surah ini berkaca ke diri sendiri. Apakah sudah mempersiapkan bekal untuk di akhirat nanti. Apakah ibadah yang selama ini dikerjakan sudah baik dan benar. Terima kasih untuk Ustadz Hanan Attaki yang telah mengenalkan saya pada surah ini.

Semoga amal dan ibadah kita bisa menjadi hujjah dihadapan Allah SWT pada hari akhir nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.