12 Jam di Bis Tingkat

Sudah lama sekali, saya tidak naik bus jarak jauh, terakhir waktu mudik bersama. Saat ayah saya masih kerja sebagai buruh pabrik. Itupun masih dibilang jaraknya tidak terlalu jauh, dari Bekasi ke Tegal. Normalnya tidak sampai 7 jam. Apalagi sekarang sudah ada Jalan tol Brexit.

Alhamdulillah, saya dan tim di PT Excellent Infotama Kreasindo kebagian kabar gembira. Salah satu rekan, sekaligus sahabat seperjuangan akan melangsungkan pernikahan. Ikatan suci. Memasuki jalan tol menuju surga.

Rekan tersebut yaitu Mas Arif Rahman Hakim. Project Manager di PT Excellent Infotama Kreasindo, asal Sukoharjo. Kebetulan beliau akan melangsungkan pernikahannya di lokasi mempelai wanita, Wonogiri, Jawa Tengah. Dekat dengan rumah saudara saya. untuk yang cerita ini mungkin menyusul.

Saat Mas Arif mengumumkan akan melangsungkan pernikahan saya sudah tidak kaget, karena sebelumnya beliau sudah cerita ke saya, bahkan bagaimana beliau bisa bertemu dan proses apa saja yang terjadi sebelum menikah.

Setelah diumumkan, jajaran manajemen PT. Excellent Infotama Kreasindo memutuskan untuk menghadiri acara pernikahan bapak Project Manager. Acara pernikahan ini lengkap akan dihadiri oleh semua tim yang bekerja di Excellent. Bahkan siswa magang. Total sekitar 18 orang. Bisa dibayangkan, betapa besar rasa kekeluargaan di perusahaan ini.

Namun, kami terpisahkan menjadi 3 kloter. 14 menggunakan Bus, 3 kereta, 1 Pesawat. Ini karena ada yang tidak tahan naik bus, mabuk. Dan yang pesawat ini Pak Bos. Kebetulan beliau tidak bisa ikut bareng kami. Karena harus mendaftar ulang SMP untuk anaknya. Vavai. Pak Bos pun gak sendirian, bareng keluarga.

Jum’at, 6 Juli 2018. Kami berangkat dari Bekasi, menggunakan bis tingkat (bahasa kerennya Double Deck) Agra Mas. Saya  sendiri dapat kursi nomor A5, di atas. 2 kursi dari depan sebelah kiri, aisel.

Kami berangkat setelah shalat ashar, sekitar pukul 15.30 dari Markas Excellent menggunakan taksi online. Sebenarnya bis berangkat pukul 16.30. Sempat hampir ditinggal dari taksi online dan dikunci di markas, tidak ada yang tahu kalau saya ada di kamar mandi, waktu itu tiba-tiba perut saya sakit. Mungkin karena waktu sudah mepet, dan mereka terburu-buru. Beruntung, ada salah satu staff yang sadar saya belum keangkut. Jahat…

Sampai di pool bis, sekitar 16.05. Ternyata bis belum datang. Sambil menunggu, bisa lihat-lihat jalan raya. Kesukaan saya dan dia. Melihat jalan raya, melihat orang lalu lalang, dan perilakunya. Biasanya kami lakukan di MOR Kartini. Sayang itu tidak bisa dilakukan lagi, MOR bangkrut dan sudah tutup.

Sambil menunggu, kami dan tim ngobrol sambil bercanda, jajan bapau, dan melihat beberapa bis lalu lalang. Bahkan ada banci menghapiri rombongan kami dan memaksa meminta uang agar ia pergi. Sebelum mereka datang ke rombongan saya sudah pergi duluan :-P. Takut.

Om Ahmad godain banci

Sesekali juga kami iseng, membuat dokumentasi foto, supaya tidak HOAX. Seperti teman saya yang mau mudik, nyatanya ketemu di Bekasi. Orangnya yang tengah, pakai jaket warna hitam merah :-D.

Sambil menunggu, tiba-tiba boss komisaris meminta saya untuk tukar kursi. Beliau paling depan, sebelah kanan bersama anaknya. Lala. Nggak tahu kenapa, minta tukar kursi. Saya mengiyakan, begitu pula yang duduk di samping saya.

Baru pertama kali naik bis tingkat jarak jauh, sudah di depan. Serasa sopir sama keneknya. Ke khawatiran saya cuma kalau bisnya berbelok dan ngerem mendadak. Dag dig dug. Karena paling depan.

Alhamdulillah, setelah menunggu sampai Magrib. Bus kami datang, double deck merah, Agra Mas. Yang dulunya saya tahu Agra Mas ini cuma hanya bus ke arah Tangerang. Cilenggang. BSD dan sekitarnya. Sekarang pandangan saya terhadap Agra Mas ini beda, lebih jauh. Keren. Salah satu PO Bus dari 5 PO yang mempunyai izin resmi terhadap bus tingkat.

Saat pertama kali masuk bus ini sangat excited. Dasbor nya bagus. Kursinya bagus, dapat selimut, bantal dan fasilitas audio video. Layaknya naik pesawat GA saat ke Jepang tahun lalu. Hanya saja di kursi yang didapat, perangkat audio nya ini gak berfungsi. Isinya pun alakadarnya. Jadi saya tidak menggunakan perangkat tersebut, lebih memilih untuk memutar suara lantunan indah yang ada di HP.

Karena bis terlambat, perut saya sudah mulai lapar. Tiap tim kebetulan diberikan jatah makanan ayam goreng. Karena sudah lapar, saya dan beberapa teman makan ayam tersebut. Yang lainnya masih siap-siap makan. Saya sudah makan setengahnya. Gak lama, bus masuk rest area. Rupanya diajak makan. Apes!

Sebenarnya memang tiap penumpang juga dapat jatah 1 makan malam di rest area dari pihak bus. Namun karena bus telat dan sudah keburu lapar. Saya makan jatah ayam goreng yang didapat. Giliran di tunggu, nggak masuk rest area. Giliran ayam dimakan, masuk rest area!

Untungnya, perut masih nampung. Makanannya lumayan. Nasi, sop, dan ayam goreng. Ayam lagi.

Setelah makan, yasudah. Jatah ayam goreng saya dari tim saya taruh lagi. Untuk makan pagi.

Perjalanan memakan waktu 12 Jam, saya bangun dari tidur 3 kali. Yang saya ingat saat bangun di Cepiring, Kendal dan saat di Surakarta. Satunya lagi lupa.

Pemandangannya sangat beda dari kota, lebih alami, masih banyak sawah. Sayang sekali saya lupa mengabadikannya. Terlalu sibuk menikmati keindahan. Sempatnya mengabadikan jalan saja.

Saya, dan rombongan tiba di Terminal Sukoharjo sekitar pukul 06.30 an. Dijemput oleh saudara Mas Arif. Alhamdulillah saat itu Mas Arif belum berangkat, masih sempat untuk memberi beliau semangat agar tidak tegang saat akad 😀

Sampai rumah Mas Arif, ternyata beliau memang sedang bersiap-siap. Kami tidak ikut menyaksikan Mas Arif ikut akad. Hanya bisa mendoakan dari jauh, semoga semuanya berjalan dengan lancar. Saya yakin dan percaya semua akan lancar, terutama perut saya yang ikutan lancar karena sudah siap untuk menampung makanan yang akan dimakan. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.